Pemkab Bekasi berencana menjadikan Gedung Juang 45 Tambun menjadi destinasi wisata sejarah Bekasi. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.
Menurutnya, bangunan tersebut juga bukan sekadar bangunan bersejarah semata. Gedung Juang adalah simbol perjuangan masyarakat Bekasi dalam merebut kemerdekaan.
“Sekarang tugas kita adalah melestarikan Museum Gedung Juang ini sebagai cagar budaya sekaligus wisata sejarah. Di dalamnya tersimpan perjalanan Bekasi dari masa kolonial hingga proklamasi kemerdekaan,” katanya, melalui keterangan persnya, Senin (3/11/2025).
Ia mendorong agar Museum Gedung Juang dijadikan destinasi edukasi bagi pelajar. Para pelajar tidak perlu pergi keluar daerah untuk belajar sejarah, mengingat Kabupaten Bekasi sendiri juga kaya akan sejarah.
“Anak-anak mulai dari TK, SD, SMP sampai SMA dapat datang ke sini untuk belajar sejarah secara langsung. Museum ini terbuka untuk kegiatan edukasi,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha menjelaskan, Gedung Juang 45 akan dikembangkan. Menjadi museum digital yang lebih interaktif, modern, dan ramah disabilitas.
“Digitalisasi museum harus terus kita rawat dan kembangkan agar tetap relevan. Kita juga tengah mengkaji fasilitas bagi pengunjung disabilitas, seperti pemandu khusus, media braille, hingga akses bagi tuna rungu,” katanya.
Gedung Juang 45 adalah bangunan lama yang dibangun awal abad 20 dengan arsitektur khas kolonial. Gedung ini semula adalah milik tokoh Tionghoa Bekasi bernama Khouw Tjeng Kee dengan jabatan sebagai “Liutenant der Chinezen”.
Beberapa peristiwa penting yang terjadi di gedung itu antara lain perundingan pertukaran tawanan perang Belanda dan Indonesia. Kini Gedung Juang menjadi Museum Bekasi. Dikutip dari RRI.co.id
